Tampilkan postingan dengan label Candu Sekolah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Candu Sekolah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 21 April 2013

JUJUR UAN 2013 MENGECEWAKAN ! KAMI SEPERTI KELINCI PERCOBAAN !

Sumber. http://galau.blogdetik.com/2013/04/16/kami-pelajar-sma-indonesia-tahun-2013-kecewa-dengan-uan-2013/#.UXM5S2cZp0v


Sebelumnya maaf atas keputusan saya yang sempat menghapus unek - unek ini. Tapi setelah mendapat dukungan moril dari temen - temen blogger. OK deh, saya harus tetap memposting ini di blog ini. Sempat merasa down, Tertekan ga karuan malah sempat nggak mau nulis kritikan dan curhat lagi.

Tapi sepertinya diluar sana masih banyak teman - teman saya yang merasa satu hati dengan curhatan ini. Jadi Saya ga perlu takut di ancem nggak lulus lagi :). Toh, UAN udah gagal.

Saya juga Ingin mengucapkan Selamat untuk temen - temen yang hari ini baru saja selesai melaksanakan UN, walau tidak serentak. Tapi untuk kawan kami yang ada di 11 Provinsi semoga tidak terus - terusan jadi korban PHP. Saya juga tahu kok gimana perjuangan kalian untuk menghadapi UAN ini, gimana capekya mempersiapkan UN. Tapi kita ga seharusnya menanggung beban yang seharusnya bukan kesalahan kita.

Hari ini benar - benar hari Ujian Nasional paling aneh yang pernah ada. Soal yang dibagikannya ternyata soal Susulan, di Sekolah sebelah lebih parah 200 orang ga dapet soal. Ada lagi yang paling ekstrem anak SMA justru dapet soal SMK ! Gila ga tuh?,kata pengawasnya Coba cek soal , soalnya kelas sebelah ada yang dapet soal SMK !. Udah gitu kualitas LJK nya tipis banget lagi. Bahkan di hari terakhir saya lihat ada beberapa LJK yang tintanya luntur nggak karuan. Ya Ampun ini dicetaknya pake tinta spidol kali ya?.

Sebelumnya saya sebagai pelajar yang juga mengikuti Ujian Nasional 2013 ingin mengucapkan Turut prihatin atas cacatnya Ujian Nasional tahun ini. Saya juga muak dengan gaya Sok hebatnya pemerintah dalam melakukan uji coba dengan membuat UAN 2013 sebanyak 20 paket soal ditambah barcode. Bagus sih tapi kenapa siswa - siswa banyak yang nggak ikut UAN ya?. Silahkan Pak buat UAN itu jadi lebih berkelas dengan dihilangkannya kesempatan untuk mencontek. Tapi jangan buat usaha kami jadi sia - sia.

Hari ini saya lihat liputan tentang siswa - siswi di NTB yang berteriak histeris, menangis bahkan depresi ketika mengetahui ujian nasional di Sekolah mereka di tunda lagi untuk kedua kalinya. Masalahnya masih sama soal belum sampai di Sekolah mereka.” Silahkan buat 20 paket, silahkan buat dengan barkode, tapi tolong kalau bisa konsisten dong !, kami udah mempersiapkan segalanya dengan mati - matian tapi justru yang terjadi kaya gini !”Kata salah satu cewek yang saat itu di wawancari wartawan.

Konyol deh kalau denger sistem pendidikan di Indonesia katanya yang hampir tiap ganti menteri pasti ganti kurikulum. Gonta - ganti terus. Sistem yang ini belum kelar di ganti lagi !. Uji coba lagi. Kayaknya menteri yang baru merasa Udah deh, sistem yang mau gue terapin ini lebih bagus dari menteri yang sebelumnya ! ini sudah saatnya kita move on!.

Woy, kalau mau uji coba, Uji coba saja pada keluaga mu sendiri, terapkan tuh sistem untuk mendidik anak cucu dan cicit mu sendiri. Jangan pada masa depan kami , jangan pada pelajar seluruh Indonesia yang setiap tahunnya dibuat basi dengan tingkah laku seenak mu sendiri.

OK. UAN sudah berlangsung dua hari, dan ternyata tidak seperti yang di koar koarkan pemerintah. Malah saya dengar, kawan kawan pelajar di barat, tengah dan timur ada yang sama sekali belum melaksakan Ujian Nasional?. Ditunda sampai 4 hari berturut turut?. Tenang kawan, nasib kami yang sedang melaksanakan Ujian Nasional jauh lebih menyedihkan daripada kalian.

Hari pertama, OK lah. Tidak ada masalah. Soal dibagikan dengan semestinya. Bahasa Indonesia adalah mata pelajaran yang paling pertama di laksanakan.

Sesuai dengan berita berita yang udah beredar di TV dan juga Internet. Soal dan LJK memang dibuat kembar siam naskah soal dan Lembar jawaban dibuat sepasang. Paket Soal juga ternyata benar benar dibuat 20 Tipe plus 10 tipe dibuat untuk mereka yang sewaktu Ujian grogi dan tidak sengaja mengontori, melipat, atau mungkin menjilat kertas Ujian karena mungkin terlalu kesal. Dan yang lebih waw-nya lagi adalah Siswa pengawas bahkan Tim Pengawas Independen , pada tahun ini dipastikan tidak bisa mengetahui jenis paket yang dikerjakan siswa. Karena soal maupun LJK sudah dilengkapi dengan Barcode. Waw. Udah paketnya 20 biji. Ditambahin barcode pula. Mantap. Gigit jari aja buat yang Sekolahnya di pelosok sana yang bahkan barcode apaan aja mungkin ga tau.

Hari pertama bisa dibilang sukses !, soal bisa dengan mantab saya kerjakan. Bahkan 20 paket soal dan juga barkode rasa - rasanya nggak berdampak apa - apa. Tidak seseram yang dikeluhkan. Tapi entahlah bagi mereka teman - teman kami yang Sekolah di tempat yang tidak layak karena kurangnya perhatian pemerintah.

Saya keluar ruangan dan berdiskusi dengan teman teman yang lain. Yang saya tanyakan apakah ada yang mengerjakan soal yang sekiranya sama dengan saya kerjakan?. Dan jawabannya adalah tidak ada satu orang pun yang mengerjakan soal sama persis dengan yang saya kerjakan. Saya tanya ke si A ternyata si A ga sama, si B juga sama sampai si Z mungkin juga ga akan sama. Waw Rumit sekali~. Tepuk tangan UN tahun ini benar benar Beda. Jadi saya ga perlu nyontek karena kalau nyontek pun percuma karena beda semua.

Tapi kok gitu ya?. Teman teman kami di jurusan IPS justru tidak kebagian soal. Pengawas, bahkan guru guru hingga kepala sekolah kami dibuat bingung, harus bagaimana. Sampai akhirnya mau tidak mau teman teman kami yang di IPS pun melaksakan Ujian nasional layaknya Ujian blok biasa.Mereka memakai soal fotokopian dan mengerjakannya pun tanpa LJK. Langsung jawab di soal fotokopian itu. Dalam hati Ini Ujian nasionalkan , ya?

Dan kabar menyedihkan pun terdengar lagi dari Sekolah tetangga. Malah lebih parah Disana banyak siswa yang tidak ikut UN karena tidak dapat soal, nggak tanggung - tanggung ada lebih dari 200 Orang. yang nggak ikut !.

Ini yang mau Ujian siapa sih?. Yang nyuruh anak SMA ujian dengan 20 paket soal + barkode siapa ?. Yang salah siapa dong? Kok jadi kami yang nanggung?. Setelah dibuat stress, dibuat capek untuk mempersiapkan diri setiap hari pulang sore eh ujung - ujungnya di PHP?. D

Seperti hari ini. Selasa, 16 April 2013. Ketika mata pelajaran yang sedang di Ujikan adalah Fisika dan Bahasa Inggris. Di Sekolah saya, ada 3 Ruangan yang mendapat soal yang salah. Kami yang jelas jelas datang ke Sekolah super pagi justru menerima paket soal Ujian Nasional Susulan.Wah, apa apaan ini?, apa karena dipusat soalnya keabisan stok? Jadi kami justru dikasih soal ujian Susulan? . Tentu saja kami pun tidak terima. Pengawas pun kaget . Lho, kok soal susulan?. Akhirnya di tariklah tuh soal yang sudah dibagikan. Pengawas dan pihak sekolah pun dibuat sibuk. Mereka juga terlihat berkali kali menghubungi pusat untuk konfirmasi soal. Tapi sepertinya hasilnya mengecewakan. Biasalah Indonesia !.

Alhasil kami lantang lantung nggak jelas. No Soal, No pengawas dan membosankan. Kami seperti anak yang kehilangan Ibunya. Sampai akhirnya setelah dibuat panas dan lelah menunggu lamaaaaaaaaaanya soal. 

Soal akhirnya tiba 2 Jam kemudian tepat ketika teman - teman kami yang mendapatkan soal baru aja selesai mengerjakan soal Fisika. Perut keroncongan, cuaca sedang panas - panasnya dan kami kesal.

Soal akhirnya datang. Itu pun bukan soal asli. Tapi soal hasil kerja keras para panitia dan juga pengawas yang mau tidak mau harus melakukan foto kopi gila gila-an. Bayangkan soal 20 Paket yang nomor paketnya saja tidak bisa diketahui dengan mata telanjang. Bisa dipastikan betapa ruwetnya guru - guru kami, betapa lelahnya pengawas kami yang juga notabennya seorang guru yang mengajar di Sekolah lain. Kami pun mengerjakan soal langsung di naskah soal fotokopian. Masih begitu hangat kertasnya saat kami menyentuhnya. Seperti baru beberapa menit yang lalu di fotokopi. Tidak boleh pake soal fotokopian?. 

Bukan salah kami !. Ini salah bapak yang tidak siap !, salah bapak yang tidak memeriksa pekerjaan bawahan bapak !. Tahunya anggarannya segini,laporannya dilihat OK. Tapi nggak tahu dilapangan seperti apa.

Sesaat kemudian teman saya ternyata ada yang lembar soal fotokopinya soalnya kurang selembar. Dia juga protes. Dan pengawas nanya Ada yang soalnya seperti ini, Sambil membacakan soalnya lengkap dengan opsinya pada nomor sekian. Dan disitu barulah dia sadar Oh iya, soalnya kan 20 paket mana ada yang sama. Mana tahu itu soal paket berapa. Alhasil pengawas pun meminta kepada panitia untuk meminjam soal ruang sebelah yang sama untuk fotokopi lembar yang kurang.

4 Jam nelor di kelas dengan kondisi otak yang sudah mengkerut. Diluar terdengar suara teman teman kami yang bernasib baik, dimana mereka dapat melaksakan UAN dengan normal, lega sudah menyelesaikan soal Fisika. Ngobrol santai dengan angin sepoi - sepoi. Sedangkan kami 3 ruangan harus melaksanakan UAN di tengah kondisi yang benar benar absurd!. Sempat nggak ada dan nggak pengawas selama 2 jam membuat kami seperti Aduh ini UAN bukan sih?.

Selama 2 jam itu Terus kita ngapain dong?. Nothing. Otak ini rasanya kalau harus ngerjain Fisika udah aduh, udah deh kalau harus ngerjain fisika harusnya tadi pagi bukan siang bolong perut laper otak mengkerut kayak gini. Jujur, konsentrasi mengerjakan soal sama sekali ga ada. Yang ada di kepala cuma Ingin nyelesain soal dan cepet pulang .Yah, Semoga aja tetep lulus. Tapi katanya sih UN Tahun ini udah gagal. Bahkan Ahok dan Jokowi aja Setuju kalau UAN di hapus. Nggak percaya ? Nih buktiny.
 
fabf38a61d6ba274267a7f41eb7eb645_fullscreen-capture-4182013-32116-ambmp


Lanjutan 
Pertanyaan awal?.
Jadi, pemerintah sebenarnya niat ga sih?. Udah bikin peraturan sedemikian ruwet!.
Udah bikin sistem yang katanya demi meningkatkan kualitas pendidikan lah !. Tapi nyatanya ga becus juga kan?. Emang dari dulu juga ga becus sih.

Kemana tuh dana anggaran Ujian Nasional 2013 yang jumlahnya mencapai Rp120.457.937.603 ? Eh nggak ding tapi Rp 800 Miliyar !!!!!!.. Dikantonginkah?. Di Simpen buat plesiran ke luar negerikah? buat leha - leha ke Eropa kah?. Mana sih bukti katanya anggarannya Rp 800 M?

7edb51f7708d3335c1683c56ec4a0fa1_fullscreen-capture-4182013-33113-ambmp


Wahai menteri Pendidikan ! janganlah engkau mempertaruhkan masa depan kami untuk Uji coba - Uji coba gagal mu. Kami bukan kelinci percobaan . Kami adalah harapan bangsa di masa depan !. Kami Sekolah untuk menikmati setiap detik proses belajar kami !. Kami belajar memperbaiki kegagalan kegagalan saat melakukan banyak kesalahan dalam proses belajar !.

Memang Bapak menteri mau tanggung jawab kalau sampai masa depan kami jadi suram? Susah dapet kerja? , akhirnya pengangguran nggak lulus SMA dengan paket C yang ditolak dimana dimana bertaburan. Yang lulus aja susah dapet kerja apa lagi yang ga lulus?.

Memang bapak mau tanggung jawab atas semua hal yang kami kerahkan untuk bisa lulus Ujian nasional ?. Kami bimbel disana sini, keluar duit banyak buat ikutan les disana sini yang ga murah, ikut try out dan segala macem , belajar gila - gilaan cuma buat menghadapi tetek bengek ujian Nasional . Guru - Guru kami kau buat menangis karena memikirkan kami. Seolah olah kerja keras mereka dalam mendidik kami justru ditentukan oleh Dirimu seorang, oleh sistem Ujian Nasional yang kau buat !. Wah, enak ya bikin para ABG stress?. Enak ya liat para pelajar ada yang bunuh diri Cuma gara gara UN?.Enak ya liat para pelajar jadi pada syirik? Ke dukunlah, kuburanlah, nangis nangislah pas Istigosah Cuma gara gara sistem Ujian Nasional yang Bapak buat Seorang !.

Mana tuh anggaran pendidikan yang katanya 20 % dari APBN?. Paling udah di gerogotin tikus berdasi dan berjas.

Kami belajar itu dari kelas 1 , 2 , 3 SD , SMP hingga SMA di Sekolah kami di didik oleh guru kami bukan oleh Menteri pendidikan ! . Yang tahu kualitas kami, akhlak kami, ya Guru Kami !. Sekolah Kami .Bukan Ujian Nasional ! Bukan sistem Uji coba yang engkau buat !.

Untuk apa sih Ujian Nasional?. Ijazah?. Untuk apa sih Ijazah?. Cari kerja?. Tapi mau dikemanakan kemampuan kami?. Skill yang kami dapat dari Sekolah?. Kenapa pada akhirnya kami bekerja disuatu tempat hanya berdasarkan Nilai Ijazah yang notabennya belum tentu hasil yang jujur?. Guru guru kami lebih tahu sejauh mana kemampuan kami Pak! Percayalah !. Setiap hari kami bertemu dengan mereka, di didik mereka jadi yang tahu luar dalam karakter kami adalah mereka.

Jika kami ujung ujungnya Sekolah Cuma untuk nyari nilai di Ijazah, yaudah mending dari dulu dulu aja kami bimbel aja terus - terusan !. Ngapain Sekolah?, udah banyakin aja bimbel.
Belajar yang terpenting adalah prosesnya Pak ! bukan nilai !, Jujur kami para pelajar SMA Kecewa dengan 
bapak !, dengan sikap Bapak yang seolah olah menjadikan kami sebagai kelinci percobaan !. Kenapa sih UAN yang jelas - jelas nggak membuat kualitas pendidikan jadi baik nggak di hapus aja?. Takut ga dapet anggaran Ujian Nasional lagi ya Pak?. Kenapa harus takut? Anggaran Itu kan buat Ujian nasional bukan buat bapak.

Atau mungkin bapak ingin menghapus Ujian Nasional itu nanti menunggu 90% siswa Indonesia tidak lulus dulu ya ?. Intinya yang nentuin kelulusan itu sistem yang bapak buat dong?.

Aduh pak, Jangan harap kualitas pendidikan dan lulusan SMA meningkat. Jika fasilitas fasilitas pendidikan dan mutunya saja tidak becus kau benahi !. Bapak tahu nggak sih perbedaan kualitas pendidikan antara 

Sekolah yang ada di kota dengan sekolah yang ada di pelosok perdalaman sana?. Pasti bisa dong !. Jangan samain dong Pak Sekolah antara Sekolah yang ada di Kota dengan yang ada di Perdalaman Papua ! Beda pak !.Semudah membedakan Mbe sama kuda !. Bukannya membeda - bedakan Pak. Tapi jelas sangat jauh bahkan sekolah yang ambruk aja banyak kan?. Bapak tahu ga sih? apa ga tau? kemana aja Pak?. Jangan - jangan bapak cuma bisa nerima laporan dari bawahan aja ya, Pak tanpa ngecek di lapangan?. Kenapa sih, nggak tiru aja cara Jokowi dan Ahok bekerja pak?. Mereka kalau tahu bawahannya nggak becus langsung dipecat loh pak. Bapak udah pecat belum bawahan bapak yang kerjannya nggak becus dan nyedot anggaran doang?.

Bapak ingin soal Ujian nggak bocor kan?. Pelajar yang ada di Sulawesi bisa aja minta tolong pelajar yang ada di jawa supaya ngasih tau soal apa saja yang keluar.

Sudah saatnya sistem pendidikan dibenahi !, Semua sekolah yang ada diseluruh Indonesia fasilitasnya juga di benahi, sehingga dari sabang sampe marauke seluruh anak Indonesia sama sama mendapatkan kualitas yang sama dalam mengeyam pendidikan. Selebihnya terserah Bapak mau ngadain Ujian Nasional , Ujian regional , Ujian Internasional pun terserah , karena kami sudah mendapatkan kualitas pendidikan yang rata. Bapak bukan guru kami, bapak itu menteri yang tugasnya harusnya membenahi , bukan membuat depresi dan semakin membuat pendidikan semakin aneh. Guru - guru yang tak rela anak didiknya tidak lulus karena proses belajar selama 14 tahun tidak ada harganya. Wajar ga sih sekolah 14 tahun hanya ditentukan dalam 4 hari?. Mending saya ga usah sekolah Pak. Mending saya dari SD, SMP dan SMA saya belajarnya Ujian nasional aja terus.

Tulisan ini hanya unek unek semata, bukan menjelekan menteri pendidikan tapi berbicara sesuai fakta. Bukan merasa sudah hebat karena baru saja bisa melewati UN meski tidak tahu lulus atau tidak, Bukan. Tapi hanya rasa simpati sesama pelajar Indonesia yang sudah cukup berat menanggung kepercayaan orang tua, guru2 yang sudah susah mendidik mereka yang berharap mereka lulus dan sukses.

Guru dan Orang tua juga Ingin mereka sukses melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi dan kelak jadi orang berguna demi bangsa dan negara Amin. Pelajar juga Manusia Pak, mereka punya masa depan yang harus dicapai untuk menjadi generasi yang maju !.

Untuk sahabat - sahabat ku di 11 Provinsi yang masuk dalam kategori daerah yang belum kebagian soal , semangat !. Kalau kalian punya temen yang udah melaksanakan UAN bisa tanya tuh soal apa aja yang keluar.

Nanti kalau kertas jawabannya tipis, Ya yang sabar aja!. Hati - hati, sekali rusak tuh LJK maka lo harus ganti dengan soal yang baru !!. Kalau LJK cetakannya luntur, sebaiknya jangan minta gantinya. Karena pasti nggak ada gantinya. Paling minta izin Tim independen dan polisi buat fotokopi soal :p.

Hari ini wakil kemenbud pun bilang
“Negara kita ini luas kan jadi…” selebihnya saya nggak mau dengar alasan itu.
Pak, kalau udah tahu Indonesia itu luas? kenapa percetakan dilakukan cuma di pulau jawa doang?, udah gitu hanya dilakukan di bogor pula. Takut soalnya bocor kah?. Dengan apa kami melihat bocoran jika soalnya saja 20 paket?. Ditambah barcode pula?. Kami terima kok jika UAN 20 Paket , kami juga tidak keberatan dengan barkode tapi tolong konsisten !.

Indonesia itu terdiri dari berbagai pulau. Kenapa percetakan nggak disebar di setiap pulau pak?. Sulawesi saya yakin pasti siap kok, pasti siap juga mengamankan proses percetakan. Kalau sudah amburadul seperti ini Paling juga yang bisa diucapkan hanya Maaf dan selebihnya “Ah, kan itu cuma masalah telat cetak aja”
Padahal dampaknya kayak gini :

0bb20cc03ed23816709b3edce0bd8277_fullscreen-capture-4162013-53452-pmbmp

HAPUS UAN SECEPATNYA ! RATAKAN KUALITAS DAN MUTU PENDIDIKAN DARI SABANG SAMPAI MERAUKE SECEPATNYA ! KALAU BISA SIH GANTI JUGA MENTERINYA TAPI JANGAN KURIKULUMNYA !!! BERANTAS OKNUM - OKNUM YANG TIDAK BISA DIPERCAYA!!!! KAMI SEMUA SUDAH MUAK JANGAN POLITISASIDI DUNIA PENDIDIKAN ! STOP SAMPAI DISINI.

UN 20 PAKET, 30 PAKET, 100 PAKET ATAU SETIAP SEKOLAH SOALNYA BERBEDA? IT’S OKAY ! BARCODE ? OK .

KERTAS LUNTUR?, LJK TIPIS?, SALAH KIRIM SSOAL?, TIDAK KEBAGIAN SOAL? TELAT CETAK ! TELAT PENGIRIMAN?. ITU BUKAN ALASAN PAK. ITU ADALAH TANGGUNG JAWAB YANG SUDAH SEHARUSNYA DI LAKSANAKAN DENGAN PROFESIONAL !.

INI ADALAH BEBAN UNTUK KAMI. INI JUGA BUKAN KESALAHAN KAMI JADI KAMI SEHARUSNYA TIDAK PERLU MENANGGUNGNYA. TUGAS KAMI CUKUP MENGERJAKAN UAN SEBAIK MUNGKIN BUKAN MENUNGGU KAPAN DATANGNYA SOAL.

(Di Jepang tidak ada alasan untuk terlambat,bahkan jika seorang pejabat melakukan kesalahan sedikit saja, apa lagi sampai mengancam masa depan banyak orang . Maka Ia tidak segan - segan mengundurkan diri bahkan rela menyobek perutnya sendiri jika malu)

Sumber. http://galau.blogdetik.com/2013/04/16/kami-pelajar-sma-indonesia-tahun-2013-kecewa-dengan-uan-2013/#.UXM5S2cZp0v

Rabu, 08 Februari 2012

Berhenti Sekolah? Boleh Ajah! Pertimbangkan!

10 April 2011

BERHENTI SEKOLAH
kalau cuma mau ijazah doang
kalau cuma untuk kerja

TERUSLAH SEKOLAH
...untuk memperbaiki kualitasmu
perbaiki kualitas hidupmu
perbaiki kualitas negri ini
bukan hanya prestige
bukan hanya ijazah
ijazah...
ijazah cuma kertas
kepalamu bukan kertas
jangan jadikan negriku berkualitas
berkualitas hanya di atas kertas
kualitas negri ini hanya di atas ...

Senin, 23 Mei 2011

Benarkah Sekolah Hanya Untuk Orang Kaya Saja ?

Sebuah tulisan yang pernah "terbaca" oleh ku menyatakan bahwa betapa mahalnya pendidikan di negara ini. Aku yakin sepenuhnya bahwa tulisan ini bukanlah tulisan "asal ngejeplak" saja. Pasti penulis telah banyak membaca apa yang telah berlaku selama ini pada pendidikan yang katanya adalah Hak Azasi setiap manusia, dan setiap insan berhak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Mungkin saja penulis telah banyak melihat dan membaca dari berbagai literatur bahwa pendidikan yang seharusnya menjadi hak setiap insan (di negeri ini) begitu banyak mendapatkan tantangan untuk pemenuhan hak tersebut. Salah satu masalah yang "simpel" adalah berapa dana yang harus dipersiapkan, juga berapa lama waktu yang dibutuhkan? Bagi mereka yang begitu "nyaman" dengan pertanyaan-pertanyaan ini, tentu bukan masalah berapa dana dan berapa lama waktu yang dibutuhkan. Namun bagi mereka yang setiap saat harus bertarung dengan kepentingan perut, tempat tinggal, waktu, serta kesempatan yang serba terbatas, tentu pertanyaan-pertanyaan ini akan menyumbangkan kepenatan dan kelelahan yang tak sedikit. Butuh seorang akuntan yang handal untuk memperhitungkan itu semua. Alih-alih membayar akuntan, dengan urusan perut saja sudah "kalah" mereka ini. Pasti ada pernyataan, bukankah banyak lembaga-lembaga yang memberikan dananya secara "cuma-cuma" untuk pendidikan? Tentu saja itu benar kawan. Namun pasti juga dibutuhkan

Kamis, 17 Maret 2011

Kami LELAH

sekolah.jpg

Pak... tas-nya berat banget nih!
Anak ku dengan wajah kecilnya
menunjukkan kelelahan dirinya atas beban yang tersandang di pundaknya.
Ku jemput kelelahan dirinya dalam hatiku,
seraya berkata, 
"sabar sayang, 
sekolah itu menuntut ilmu, 
para penuntut ilmu memiliki tinta 
yang nilainya lebih mulia dari darah seorang syahid".
Anak ku tetap saja, tak berkurang kelelahannya,
tak mengerti dengan ucapan yang ku lontarkan.
Sambil memeluk tubuh kecilnya, ku junjung tubuhnya di atas pundak ku,
sambil berkata pada dunia (dalam hatiku),
"Tunggulah masa depan,
kan datang seorang penguasa atas dirimu,
lihatlah nanti,
siapkah dia menguasai mu,
ataukah kau yang menguasai dirinya".
Walau bagi ku tak penting siapa yang menjadi penguasa nantinya,
tugas ku adalah mempersiapkan dirinya ke gerbang masa depan,
itulah tugasku.
Sekalipun aku sadar tak layak mengharap sesuatu yang unik atau istimewa dari sebuah produk massal,
produk pabrikan,
yang harus seragam,
tak berbeda satu sama lainnya,
melanggar kodrat alamiah yang berlaku.
Pabrik itu bernama SEKOLAH.
Tugasnya adalah menjejalkan 17 - Tujuh Belas - jenis konten yang dinamakan Mata Pelajaran.
Amboi...17 jenis?
untuk tubuh sekecil itu?
untuk jiwa yang muda itu?
Aku lelah harus menyiapkan tubuh kecilnya,
jiwa mudanya itu ke gerbang masa depan.
Anak ku lelah menyuapkan 17 jenis konten tersebut dalam jiwanya.
KAMI LELAH...
Wahai penguasa negri,
bolehkah kami berharap atas dirimu meringankan beban kami?
Apakah kalian adalah Sang Timur Leng
yang diangkat sebagai pemimpin yang layak hanya bagi para rakyat yang dzalim?
Ataukah kami yang dzalim?
sehingga hanya Sang Timur Leng yang layak memimpin kami?
Apapun itu, 
kami tetap cinta kau, INDONESIA.
Darah dan Tulang kami mewarnai bendera negri ini.
Amboi...
Masih tetap mendidih darah kami saat menyanyikan . . .
Indonesia Tanah Air Ku
Tanah Tumpah Darah Ku
Disanalah Aku Berdiri...
Jayalah dirimu,
Jayalah negriku,
Jayalah negri kami,
Sejahteralah dirimu,
Sejahteralah negriku,
Sejahteralah negri kami,
Amboi... 
Indah nian pakcik... 
*mimpiku

SMAngat. Apapun halnya, semoga manfaat.
Hormat saya,
Budi Santoso, ST.
SMAS Ruhul Bayan, Cisauk, Tangerang, BANTEN
semoga berkenan
meninggalkan pesan
saat anda sempat menyudahi
sepuluh jari terangkum erat di depan dahi
sebagai persembahan ucapan terima kasih